Wisata Tamansari Yogyakarta
Tempat
pemandian para raja. Disini, kamu bisa melihat kolam-kolam dan sisa-sisa
bangunan peninggalan kerajaan dengan gaya arsitektur yang unik. Tiket masuk
Cuma 5000. Tempatnya cocok untuk berfoto-foto dan tak jauh dari pusat kota.
Jika ingin menelusuri Tamansari secara menyeluruh, tinggal masuk aja kedalam
perkampungan disekitarnya. Kalo mau hemat, tak perlulah meminta bantuan guideuntuk
menemani. Bermodalkan tanya kepada penduduk sekitar, cukup kok untuk
mengantarkanmu menjelajahi tamansari. Jangan lewatkan berfoto dimasjid bawah
tanahnya ya. Tips: datanglah pada pagi hari, ketika pengunjung belum
terlalu ramai. Sehingga leluasa untuk berfoto didalamnya.
Sebuah
periuk tempat istri-istri Sultan bercermin masih utuh berdiri ketika saya memasuki
menara tempat pribadi Sultan. Ornamen yang menghiasi periuk memberi kesan
glamor terhadap benda yang terletak di samping lemari pakaian Sultan tersebut.
Bisa dibayangkan, 200 tahun lalu seorang wanita cantik menunggu air di periuk
ini hingga tenang lalu dia menundukkan kepalanya, memperbaiki riasan dan
sanggulnya, memperindah raganya sembari bercermin. Selain periuk dan kamar
pribadi Sultan, di menara yang terdiri dari tiga tingkat ini ada tangga dari
kayu jati yang masih utuh terawat sehingga memberi kesan antik bagi siapa pun
yang melihatnya. Naik ke tingkat paling atas, pantulan mentari dari kolam di
bawahnya dan seluruh area Taman Sari terlihat dengan jelas. Mungkin dahulu
Sultan juga menikmati pemandangan dari atas sini, pemandangan Taman Sari yang
masih lengkap dengan danau buatannya dan bunga-bunga yang semerbak mewangi.
Selepas
menikmati pemandangan dari atas menara, pemandu lalu membawa saya menuju Gapura
Agung, tempat kedatangan kereta kencana yang biasa dinaiki Sultan dan
keluarganya. Gapura yang dominan dengan ornamen bunga dan sayap burung ini
menjadi pintu masuk bagi keluarga Sultan yang hendak memasuki Taman Sari.
Pesanggrahan tepat di selatan Taman Sari menjadi tujuan berikutnya. Sebelum
berperang, Sultan akan bersemedi di tempat ini. Suasana senyap dan hening
langsung terasa ketika saya masuk. Di sini, Sultan pastilah memikirkan berbagai
cara negosiasi dan strategi perang supaya kedaulatan Keraton Yogyakarta tetap
terjaga. Areal ini juga menjadi tempat penyimpanan senjata-senjata, baju
perang, dan tempat penyucian keris-keris jaman dahulu. Pelatarannya biasa digunakan
para prajurit berlatih pedang.
Persinggahan
terakhir adalah Gedung Kenongo. Gedung yang dulunya digunakan sebagai tempat
raja bersantap ini merupakan gedung tertinggi se-Taman Sari. Di tempat ini Anda
dapat menikmati golden sunset yang mempesona. Keseluruhan Taman Sari pun bisa
dilihat dari sini, seperti Masjid Soko Guru di sebelah timur dan
ventilasi-ventilasi dari Tajug. Puas dengan kesegaran air dari Taman Sari,
langit akan menyapa. Pemandangan yang indah sekaligus mempesona ditawarkan
Taman Sari. Pesona air yang apik berpadu dengan tembok-tembok bergaya campuran
Eropa, Hindu, Jawa, dan China menjadi nilai yang membuat Taman Sari tak akan
terlupakan.
.jpg)





